Olah Jiwa Penangkal COVID-19
23 Oct 2021
Dalam situasi menghadapi pandemi. Selain memang benar-benar memiliki tubuh yang fit, sehat, dan bugar. Tentu kita juga harus mentaati pemberlakukan protokol kesehaatn yang berlaku. Corona Virus Disease atau COVID-19, sudah menjangkit lebih dari 1 tahun lamanya di Indonesia, bahkan hingga waktu belum dapat diprediksi kapan berkahirnya. Dari yang awalnya 4M menjadi 5M, dari yang awalnya PSBB menjadi PPKM, hingga penerapan level 1-4 diukur dari banyaknya masyarakat yang terjangkit Covid-19 di suatu wilayah.
Covid memang tidak main-main, tidak
pandang bulu, derajat, tua-muda, laki-perempuan, siapapun ceroboh dan tidak
mengerti aturan dapat menjadi ancaman korban selanjutanya. Dalam hal ini yang
perlu ditekankan bukan hanya soal menjaga kesehatan jasmani, namun rohani pun
juga. Selain berolahraga, kita juga tetap dianjurkan untuk olahjiwa. Maksudnya?
Jadi gini..
Pandemi Covid-19 bukan hanya
mengancam atau berpengaruh pada kesehatan fisik masyarakat tetapi juga pada
kesehatan jiwa atau mental. Beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi
akhir-akhir ini akibat pandemi, dalam menjalani aktivitas atau kehidupan
keseharian “yang baru“ bukanlah merupakan hal yang mudah. Kesulitan menghadapi perubahan ini dapat
meningkatkan stress. Hal ini terbukti jika melihat data statistik penyebaran
virus dan jumlah pasien positif hingga jumlah korban dunia dapat menyebabkan
tingkat kecemasan bertambah.
Untuk memperkuat argumen di atas
jika dirasa pembaca meragukan, Mimin kasih contoh hasil penelitian dalam jurnal
Psychiatry Research. Dalam jurnal tersebut mengatakan lebih dari 7.200 pria dan
wanita di China selama lockdown yang diberlakukan pada Februari di negara itu.
Lebih dari sepertiga ditemukan menderita "gangguan kecemasan umum" terkait-COVID,
sementara sekitar seperlima berjuang dengan adanya tanda-tanda depresi.
Sedangkan lebih dari 18% mengatakan adanya aktivitas kesulitan untuk tidur
(Huang & Zhao, 2020).
Lalu, bagaimana cara kita dalam
menjaga kesehatan mental sebagaimana yang kami sebut di atas yaitu olah jiwa?
1. Berhenti untuk
tidak membuat keputusan di waktu yang mendesak.
Membuat keputusan di waktu yang
mendesak mengapa perlu untuk di hindari. Ingat, kecerobohan atau careless
terjadi jika seseorang kurang fokus, kemudian terburu-buru dalam mengambil
keputusan. Akhirnya bukannya membantu menyelesaikan masalah yang terjadi malah
memperbesar permasalahan yang terjadi.
2. Kurangi asupan
berita yang tidak jelas sumbernya
Membaca informasi atau berita memang
diperlukan untuk dapat mengetahui informasi terkini di luaran sana. Tapi,
mengonsumsi berita secara berlebihan terlebih dengan sumber yang tidak jelas
asalnya, dapat mempengaruhi kondisi mentalmu, dan dapat berdampak buruk pada
kondisi kesehatanmu.
3. Luangkan
waktumu dengan keluarga
Mengisi waktu luang dengan orang
tersayang, atau keluarga adalah hal baik daripada terlalu fokus mengamati
perkembangan info terkinio terkait Covid-19. Kamu bisa menghabiskan waktu ini
dengan melakukan permainan seru, atau sekedar berbincang-bincang.
4. Melakukan aktivitas
fisik, atau berolahraga yang cukup
Kami rasa, tentang rolahraga tidak
perlu dijelaskan lagi ya. Kita semua tahui jika berolahraga dapat membantu kamu
agar lebih sehat dan fresh. Setidaknya 15-30 menit sehari untuk jalan-jalan
pagi, yoga, atau stretching ringan di rumah.
5. Mengonsumsi
makanan bergizi
Sama seperti
poin nomor empat, di atas. Tidak dapat dipungkiri juga, mengonsumsi makanan
bergizi (buah, sayur) yang mengandung banyak vitamin, mineral, dan gizi lainnya
dapat menyehatkan fisik. Selaras dengan penelitian dari Warsaw University of Life
Sciences tahun 2020 yang mengatakan
jika konsumsi buah dan sayur juga dapat berpengaruh positif bagi kesehatan
mental.
Referensi:
1.
http://journal.unpad.ac.id/jkrk/article/view/29126/13931
2.
http://ojs.bpsdmsulsel.id/index.php/sipatokkong/article/view/126/89